Gayo Lues
Beranda » Berita » Puluhan Sopir Dump Truk Gayo Lues Datangi Kantor Dewan, Minta Kebijakan Pemerintah Soal Galian C dan Angkutan Lokal

Puluhan Sopir Dump Truk Gayo Lues Datangi Kantor Dewan, Minta Kebijakan Pemerintah Soal Galian C dan Angkutan Lokal

Blangkejeren – aranews64: Puluhan sopir dump truk yang tergabung dalam Asosiasi Dump Truk Gayo Lues mendatangi kantor DPRK Gayo Lues pada Senin (6/10/2025). Mereka meminta perhatian dan kebijakan pemerintah daerah terkait aturan pengambilan material galian C serta penggunaan angkutan lokal untuk pengiriman barang, khususnya oleh empat perusahaan pengolah getah pinus yang beroperasi di wilayah itu.

Ketua Asosiasi Dump Truk Gayo Lues, Sukri, menyampaikan bahwa para sopir mengalami kesulitan untuk mengambil material galian C seperti pasir dan tanah timbun menggunakan alat berat. Hal ini disebabkan oleh adanya aturan yang dinilai merugikan para sopir dan membuat biaya operasional meningkat.

“Kalau pengambilan material dilakukan secara manual, biayanya sangat mahal. Padahal material itu digunakan untuk pembangunan masyarakat. Kalau harga material naik, tentu masyarakat keberatan,” ujar Sukri di depan anggota dewan.

Selain masalah galian C, para sopir juga menyoroti pengangkutan hasil olahan getah pinus keluar daerah yang menurut mereka banyak dilakukan oleh pihak luar. Sukri berharap pemerintah daerah dapat mengeluarkan kebijakan agar perusahaan pengolah getah pinus memprioritaskan angkutan lokal.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRK Gayo Lues Ali Husin, didampingi sejumlah anggota dewan dan Plt Sekda Gayo Lues dr. Nevirizal, menyatakan mendukung aspirasi para sopir dump truk. Namun ia menjelaskan bahwa pengambilan keputusan terkait kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan sepihak oleh DPRK.

Brigjen Pol Edy Swasono: Pimpin Rapat Promosikan Potensi, Wujudkan Kesejahteraan Rakyat”

“Kami akan menyampaikan aspirasi ini dan membahasnya bersama Bupati, Kapolres, Dandim, dan Kejaksaan agar ada solusi terbaik bagi semua pihak,” kata Ali Husin.

Sementara itu, perwakilan perusahaan pengolah getah pinus, Masri, menyebutkan bahwa selama ini pihak perusahaan tetap menggunakan jasa angkutan lokal dalam kegiatan operasionalnya.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRK itu berjalan tertib dan penuh kekeluargaan. Para sopir berharap hasil pertemuan tersebut dapat menjadi awal dari kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja lokal di Gayo Lues. (Budi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement